Densus 88 Tangkap Pimpinan Ponpes, Warga Tak Percaya Jaringan JAD

Lokasi Penangkapan Dipasang Garis Polisi, Warga Tak Percaya Teroris Anggota JAD

radartvnews.com– Setelah pada hari kamis kemarin (21/6) petugas gabungan dari Densus 88 Mabes Polri dan Polda Lampung mengamankan Puji Putra terduga teroris di desa waringin barat, sukoharjo, Kabupaten Prengsewu, Tim Khusus Anti Teror kembali mengamankan seorang terduga teroris di desa karang anyar, Lampung Selatan.

Terduga teroris itu diketahui bernama Misgianto Pimpinan Pondok Pesantren Almubaroq. Penangkapan terduga teroris itu  terjadi pukul 11:00 WIB (22/6) dan dibawa Tim Densus bersenjata lengkap ke Markas Brimob  Kepolda Lampung guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti  satu buah senapan angin, satu bilah samurai dan buku buku tentang jihad. Saat ini rumah terduga teroris dan juga tempat pondok pesantren dipasang garis police line petugas kepolisian.

Sementara Mamik seorang warga tak jauh dari lokasi penangkapan terduga teroris menuturkan, penangkapan terjadi sekitar pukul 10:00 WIB, dirinya tidak mengenal siapa pimpinan Ponpes yang sudah berdiri lima tahun lebih dikarenakan rombongan mereka tertutup tidak membaur dengan warga.

“saya tidak mengenal dengan pimpinan ponpes karena jarang membaur dengan warga sekitar,” kata Mamik.

Senada diungkapkan Galih Ramadhan yang melihat langsung pengerebekan yang dilakukan Tim Densus 88 Mabes yang mengunakan senjata lengkap.

“saya nggak tahu nama ponpes karena banyak ke anehan dan tertutup,” ujar Galih.

 Sementara Kapolda Lampung Irjend Pol Suntana membenarkan adanya penangkapan terduga teroris yang dilakukan Satgas Densus Wilayah Sumatera Selatan. Penangkapan terduga jaringan teroris itu sebagai bentuk pencegahan kemungkinan terjadinya ancaman teroris di Lampung.

“seperti yang kita lakukan sebelumnya kita proaktif mencegah kejadian terorisme di lampung, kami menghitung dan mendata jaringan kami secapatnya melakukan pencegahan,” ujar Kapolda.

Diduga kuat terduga teroris yang diamankan petugas jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD).(lds/ren/san)