Diduga, Kelangkaan Gas Melon Disengaja

Foto : Dokumentasi radartvnews.com

radartvnews.com- Pertamina Wilayah Lampung membantah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Bandar Lampung akibat adanya pembatasan stok

Sales Eksekutive Elpiji Pertamina Lampung Widhi Triadhi Hidayat menyatakan, sampai saat ini distribusi gas elpiji 3 kilogram di Bandar Lampung masih stabil yaitu 35.000 tabung / hari atau sekitar 176 ribu tabung / hari se Lampung.

“pembatasan stok gas elpiji hanya dilakukan ditingkat pangkalan, pertamina lampung berencana menambah jumlah pangkalan gas yang ada diwilayah bandarlampung yang saat ini jumlahnya sekitar 567 pangkalan,” kata Widhi (29/11).

Kelangkaan gas melon tersebut disebabkan karena tingginya penggunaan gas elpiji tidak tepat sasaran dimana banyak rumah tangga mampu maupun tempat-tempat usaha seperti rumah makan yang masih menggunakan gas elpiji bersubsidi tersebut, imbuh Widhi.

Dalam waktu dekat akan menggelar sidak atau operasi gas ke tempat-tempat usaha, selain itu pertamina juga ditahun mendatang berencana akan meluncurkan produk bright gas ukuran 3kilogram non subsidi, ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan gas harian bagi rumah tangga mampu.

Proses ujicoba ini rencananya akan dilakukan sampai dengan bulan maret 2018. Untuk produk bright gas 3kilogram ini dipasarkan dengan harga jual sebesar Rp 40.000/tabung.(liz/san)