Lampung Gempa, Anak Krakatau Menyusut

radartvnews.com- Gempa bumi tektonik berkekuatan 3.5 SR yang terletak dikoordinat 5.36 ls dan 104.10 BT tepatnya di darat pada jarak 26 kilometer arah tenggara Pesisir Barat Lampung pada kedalaman 80 kilometer pada senin 14 januari 2019 pukul 15:24 wib, hanya dirasakan di wilayah Liwa Lampung Barat.

Selain itu BMKG memastikan gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng eurasia dan terjadi deformasi batuan hingga memicu terjadinya gempa bumi. Sementara hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di darat.

Sementara berdasarkan laporan masyarakat, dampak gempabumi tektonik tersebut hanya berupa guncangan di wilayah Liwa Lampung Barat dengan intensitas I-II MMI dan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Selain itu hingga pukul 16.05 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) kepada masyarakat liwa dan pesisir barat dihimbau agar tetap tenang  dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara itu kondisi Gunung Anak Krakatau pasca terjadinya erupsi hingga mengakibatkan gelombang tsunami diperairan selat sunda meliputi wilayah lampung dan Banten pada 22 desember lalu kondisi Gunung Anak Krakatau terus mengalami perubahan.

Berdasarkan pantauan visual Gunung Anak Krakatau yang direkam dari helikopter milik BNPB. Tersebut saat ini Gunung Anak Krakatau hanya setinggi 110 meter dari sebelumnya 338 meter diatas permukaan laut  selain itu jumlah letusannya juga menurun.

Namun meski demikian, sampai saat ini status Gunung Anak Krakatau masih siaga dengan zona berbahaya 5 kilometer dari puncak kawah.(krp/san)