Mafia Rekrutmen KPU, Dikawal ’bodyguard’  Lilis Membantah 

Radartvnews.com – Lilis Pujiati membantah semua tudingan jual beli kursi Komisioner, termasuk laporan ke Polda Lampung. Dia mengaku belum menerima panggilan kepolisian.

Kasus dugaan jual beli jabatan komisioner KPU terus bergulir, hari ini. KPU RI melakukan klarifikasi tertutup dengan pelapor maupun terlapor yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum Lampung.

Pada klarifikasi ini, Radar Lampung TV berhasil mewawancarai kedua pihak yang bertikai, diketahui, kasus ini juga sudah bergulir di ranah pidana dengan laporan korban atas nama Gentur Sumedi ke Polda Lampung.

Korban Punya Bukti Kuitansi

Gentur Sumedi mengatakan, seluruh rangkaian persitiwa yang dialami dirinya telah diceritakan ke komisioner KPU RI, Gentur menegaskan telah menyerahkan uang sebesar seratus juta rupiah kepada terlapor Lilis Pujiati di salah satu loby hotel pada tanggal 3 November lalu, penyerahan uang di lakukan langsung antara Gentur dan Lilis dibuktikan dengan kuitansi yang diberikan Lilis.

Suami dari Vizya Yelisanti Putri ini memang mempunyai niat untuk membongkar boboroknya proses rekrutmen calon komisioner KPU Kabupaten Kota.

Sementara, Lilis Pujiati yang datang dikawal dua pria membantah semua tudingan, Lilis mengaku tidak tahu dengan rekaman video dan rekaman suara yang menuduh dirinya meminta besaran uang dengan dalih untuk memperlancar pencalonan Vizya sebagai calon komsioner KPU Tulang Bawang.

Saat ditanya terkait laporan gentur ke Polda Lampung yang mengarah kepadanya, Lilis juga mengaku tidak mengetahuinya, sampai saat ini Polda Lampung belum memanggil dirinya terkait kasus ini. (bow, rie)