Mahasiswa Tewas Diksar, Keluarga: Ada Luka Bakar di Wajah

Radartvnews.com – Gani Dewantara, saudara kandung almarhum mengungkapkan, mendapat kabar dari panitia bahwa adiknya meninggal dunia karena terjatuh saat mengikuti Diksar.

Namun, ia menduga almarhum meninggal dunia bukan karena terjatuh melainkan adanya peloncoan atau tindak kekerasan. Karena terdapat sejumlah kejanggalan di jasad korban seperti luka bakar di sekitar muka, luka sabetan di tubuh dan di bagian kaki.

Keluarga meminta Unila dan kepolisian menghukum penyelenggara seberat-beratnya.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan,  pihaknya telah melakukan visum dan diduga adanya luka lebam yang disebabkan tindak kekerasan. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan karena pihaknya belum mendapatkan hasil visum dari dokter.

Keluarga Tolak Otopsi

Kapolres menyayangkan keluarga menolak otopsi, meski begitu kepolisian akan terus mendalami apa penyebab meninggalnya mahasiswa. Karena kegiatan Diksar tidak ada izin dari panitia ke Polres untuk melakukan kegiatan yang berada di wilayah hukum Polres Pesawaran.

Kini keluarga pun hanya bisa pasrah dan berharap, kedepan kegiatan seperti ini dapat dihilangkan dari kegiatan kemahasiswaan.

Sementara peserta Diksar M. Aldi Darmawan, menjalani perawatan  di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, karena kondisinya melemah usai kembali dari kegiatan yang diikutinya. Di sejumlah bagian tubuhnya pun Aldi mengalami luka lebam, serta mengeluh sakit di bagian dada dan lambung.

Diketahui selain Aga Trias Tahta yang menjadi korban meninggal dunia, masih ada dua orang mahasiswa yang masih mendapatkan perlakuan yang sama. Yakni satu orang belum sadar dan satunya sudah sadar dan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Malahayati dan Rumah Sakit Bhayangkara. (Win/Ren/Rie)