Mahasiswa Vs Rektorat: Setelah Unila, giliran UBL Didemo

radartvnews.com- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Unila Berdaulat menduduki Gedung Rektorat Universitas Lampung, rabu 3 oktober 2018. Ini merupakan aksi lanjutan yang di lakukan setelah kemarin ribuan mahasiswa melakukan long march mengelilingi seluruh fakultas.

Mereka menuntut peraturan Rektor no 3 tahun 2017 di cabut, menurut mereka peraturan tersebut sangat merugikan mahasiswa.

Namun hingga sore hari, baik Rektor atau pun perwakilan dari Rektorat belum memberikan sikap atau keterangan terkait tuntutan para mahasiswa tersebut.

Mereka berencana akan menginap digedung Rektorat sampai tuntutan mereka dipenuhi atau secara resmi peraturan tersebut di cabut.

Presiden BEM Unila M Fauzul Adzim menegaskan, batas akhir dari aksi ini adalah sampai semua tuntutan dicabut secara resmi oleh pihak Rektorat. “kamai tak akan mundur, sampai semua tuntutan dicabut secara resmi oleh pihak rektorat,” kata Fauzul.

 

Mahasiswa Tolak Cuti Sepihak  

Sementara itu, ratusan mahasiswa Universitas Bandarlampung (UBL) melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan Rektorat kampus yang memberhentikan secara sepihak mahasiswa yang belum membayar SPP, (3/10).

Rektor Universitas Bandar Lampung M Yusuf Sulfarano Barusman, saat menemui para peserta aksi siap mengakomodir tuntutan dari para mahasiswa dan menadatangi kesepakatan dengan perwakilan dari keluarga besar mahasiswa UBL.

“Rektorat memberikan waktu tambahan hingga tanggal 6 oktober untuk menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi, bagi belasan mahasiswa yang telah di nonaktifkan sebelumnya,” kata yusuf.

Penanggungjawab aksi Dimas Pamungkas berharap janji yang telah di katakan di hadapan hampir seluruh mahasiswa UBL. (ren/san)

loading...