Sekolah SMKN 1 Tegineneng Mengeluh Proyek JTTS Ganggu Siswa Belajar

hilir mudik kendaraan ganggu kegiatan belajar SMKN 1 Tegineneng

PESAWARAN- Persoalan mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) banyak menimbulkan persoalan. Selain terkendala pembebasan lahan, mega proyek tersebut juga mengganggu dunia pendidikan.

Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tegineneng tepatnya di desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, akibat belum direlokasi ke tempat yang baru kegiatan belajar mengajar siswa terganggu karena suara bising pabrik pengolahan batu dan debu akibat hilir mudik kendaraan proyek.

Indra selaku Kepala desa batang hari ogan bersama bersama kepala sekolah SMKN 1, Kepala Sekolah  SD 12, pihak komite sekolah dan keamanan, telah melakukan pertemuan dengan perwakilan pihak pengembang yakni  PT Adi Karya namun belum juga menemukan kesepakatan bersama.

“kami sudah bicara dengan pihak pengembang namun tidak ada tanggapan,” ujar Indra, (14/6)

Yahya merupakan Kepala SMKN 1 Tegineneng mengungkapkan, saat ini kegiatan belajat terganggu, kami meminta ke pemerintah untuk segera memindahkan sekolah kami.

“sekolah kami berdampingan dengan pembangunan jalan,jadi berisik dan banyak debu untuk itu kami minta segera dipindahkan dari lokasi ini,” ujar Yahya. (win/sep)