Teropong Bintang Lampung Mulai Dilirik Ilmuwan Asia Tenggara

radartvnews.com- Teropong Bintang Lampung atau Observatoriun Astronomi Itera Lampung, yang pembangunannya diperjuangkan Gubernur Muhammad Ridho Ficardo kini mendapat perhatian ilmuwan luar angkasa di Asia Tenggara.

Hal ini terbukti dari disetujuinya penyelenggaraan Internasional Conference South East Asia Astronomy Network (SEAAN) atau Konferensi Internasional Jaringan Astronom Se-Asia Tenggara ke-10 yang akan diselenggarakan di Lampung 19-20 Oktober 2018 mendatang.

Untuk mematangkan acara itu, Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Internasional Conference South East Asia Astronomy Network dan Ground Breaking Observatorium Itera Lampung di Ruang Rapat Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kantor Gubernur, Kamis (27/9/2018).

Menurut Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat pertemuan Astronomi Internasional itu pertama kalinya di selenggarakan di Indonesia. Dan Provinsi Lampung berkesempatan menjadi tua rumah dalam acara ini.

Taufik Hidayat menyampaikan acara ini akan dihadiri oleh peserta yang hadir terdiri dari berbagai Negara di antaranya Amerika Serikat, India, Jepang, Thailand, Philipines, Malaysia, Vietnam, China, Taiwan, Pakistan dan Nepal.
“Ini merupakan acara Astronomy pertama di Indonesia, selain seminar mengenai bidang Astronomi, juga akan dilakukan Ground Breaking Ceremony pembangunan awal mengenai Observatorium yang akan di bangun oleh Pemerintah Provinsi Lampung yang akan langsung disaksikan oleh 30 orang ahli astronomi mancanegara,” ujarnya.

Rektor Itera, Ofyar Z Tamin mengatakan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo merupakan salah satu tokoh yang telah memperjuangkan pembangunan Observatorium di Provinsi Lampung.
“Saat pertemuan SEAAN yang ke 9 di Myanmar kami menawarkan diri menjadi tuan rumah sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat Astronomi seluruh Asia Tenggara bahwa akan ada obsevatorium baru, Gubernur Lampung sendiri yang berjuang membangun program ini,” kata Ofyar.
Ofyar menjelaskan para astronom se-Asia Tenggara selalu berkumpul setiap tahun. Mereka akan menyelenggarakan SEAAN ke- 10 di Lampung. “Kami gunakan momentum ini untuk bisa memperkenalkan obsevatorium wan abdurrahman dan melakukan pembukaan gound breaking juga nanti mereka akan memperkenalkan ini keseluruh dunia,” katanya. (Rls/Jf)

loading...