Tolak Vonis, Empat Rumah Dibakar

Petugas Membersihkan Sisa Puing Kebakaran, Petugas Keamanan Masih Berjaga di Lokasi

Radartvnews.com- Diduga karena pihak keluarga tidak puas dengan hasil putusan hakim terhadap narapidana kasus perkelahian yakni Yusuf dan Gidion warga dusun kebagusan luar dengan warga dusun 1 kampung bumiratu nuban, Alwi yang meninggal dunia akibat luka tusukan pada 3 september 2018 lalu serta tidak adanya kejelasan pertanggungjawaban  atas kasus pembakaran 3 rumah warga di dusun kebagusan luar membuat massa dari dusun tersebut mengeluruk ke dusun 1 dan melakukan pembakaran milik rumah warga.

Empat rumah dibakar oleh massa, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, jumat dini hari (15/3) di dusun 1, kampung bumiratunuban. Salah seorang warga yang rumahnya menjadi sasaran amukan massa Nawawi menjelaskan sejak pukul 22:00 WIB dirinya sudah merasa tidak nyaman lantaran ada kabar  akan ada penyerangan dari warga dusun kebagusan luar dan sekitar pukul 01.00 WIB rumahnya didatangi ribuan massa yang membawa senjata dan langsung membakar rumahnya.

“sejak pukul sepuluh, sudah merasa tidak nyaman lantaran ada kabar akan ada penyerangan dari warga dusun kebagusan luar, jam satu  rumah saya didatangi ribuan massa yang membawa senjata dan langsung membakar,” kata Nawawi.

Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma Jemy mengatakan, pihaknya sudah melakukan lokalisir dan mengendalikan kondisi di dua dusun yang ada di kampung bumiratu nuban ini.  “saat ini kondisi di kampung bumiratu nuban sudah berjalan kondusif, kami akan melakukan langkah mediasi ke dua belah pihak warga,” kata I Made.

Sementara itu, pasca terjadinya bentrok antar warga Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto meninjau langsung lokasi kerusuhan dan mendatangi para korban yang rumahnya di bakar massa.

Loekman berjanji akan mengusut dan menyelesaikan persoalan ini hingga ke akar-akarnya. Dirinya juga meminta kepolisian dapat terus menjaga dan mengamankan lokasi kejadian.

“kita minta kasus ini disusut dan Pemkab akan menyelesaikan persoalan ini hingga ke akar-akarnya, kita minta kepolisian dapat terus menjaga dan mengamankan lokasi,” ujar Loekman.(tik/san)