Ulat Grayak Spesies Baru Serang Ribuan Hektar Jagung

174

Radartvnews.com – Ribuan hektar tanaman jagung di Lampung Selatan, rusak akibat serangan hama ulat grayak spesies baru. Petani pun merugi karena gagal panen.
Pada musim tanam tahun ini, tanaman jagung yang diserang hama ulat grayak berumur antara 10 hari hingga 1 bulan. Serangannya cukup masif dan mengakibatkan gagal panen.Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTHP) Lampung Selatan, sekitar 5 ribu hektar tanaman jagung petani mati. Hama ini mengincar titik tumbuh pada batang tanaman.Saat ini DPTHP terus memantau perkembangan hama dengan nama latin spodoptera ini. Serangan hama Ulat Grayak terpantau sejak musim tanam kedua pada 2019 lalu. Namun, untuk intensitas serangan masif terpantau musim tanam akhir 2019.

Berita Lainnya  Warga Lambar Positif Corona Meninggal, Keluarga Pasrahkan Pemakaman ke Pemerintah

Seluruh wilayah di Lampung Selatan mulai Kecamatan Ketapang hingga Kecamatan Tanjungbintang yang paling tinggi diserang. Akibat serangan ini petani hanya pasrah.
’’Berbagai cara telah dilakukan untuk menanggulangi hama. Baik penyemprotan pestisida maupun menyemprotkan urin hewan,’’ kata Said, salah satu petani jagung kepada Radar Lampung TV.

Untuk mengantisipasinya, DPTHP melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dalam penanganan agar para petani bisa mengetahui cara pencegahan cepat hama ulat grayak spesies baru yang dikenal dengan nama fall armyworm.
Memasuki musim tanam rendengan ini, potensi serangan hama bisa meluas ke areal pertanian padi para petani, di harapkan petani di Lampung Selatan mewaspadai serangan hama ulat agar tidak terjadi gagal panen. (ma’i/rie)