Usai Operasi, Korban Tsunami Selat Sunda Tak Ada Tujuan

Usai Operasi, Korban Tsunami Selat Sunda Tak Ada Tujuan

Beginilah kondisi Lita Oktaviani warga way lubuk kunjir Kalianda Lampung Selatan yang tengah menjalani penyembuhan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek pasca operasi dibagian kepalanya.

Buah hati dari pasangan Muzani dan Hasnawati duduk dibangku kelas 6 selamat dari terjangan tsunami 22 desember 2018 lalu. Lita sempat terpisah dengan keluarga sebelum ditemukan warga diantara reruntuhan pohon dengan luka di sekujur tubuh. Tak hanya itu kepala lita harus dioperasi karena ada benda asing masuk dikepalanya.

Meski kondisi sudah membaik namun keluarga ini bingung hendak pulang kemana, usai menjalani perawtan di rumah sakit pasalnya rumah serta harta benda habis disapu tsunamai.

“kondisi anak saya sudah membaik tapi setalh ini kami bingung mau pulang kemana rumah kami rusak disapu tsunami,” kata Hasnawati.

Nasib serupa dirasakan mashuri warga Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan yang harus merelakan kaki kanannya diamputasi karena tertimpa reruntuhan rumah yang dihantam tsunami.  Ditemui di ruang gelatik no 7 RSUDAM Bandarlampung kondisinya terlihat lemah pasca operasi.

Cerita duka juga dirasakn oleh sholeha istri dari Mashuri, dirinya menceritakan dirinya bisa selamat bersama  cucu berumur 10 tahun meski sempat terombang-ambing dilaut selama 5 jam.

“suami saya di amputasi kakinya karena ada benda asing yang masuk jadi harus dioperasi karena banyak saraf yang sudah rusak,” jekas Sholeha.

Sejak dirawat belum ada bantuan makanan dari pemerintah sehingga berharap ada perhatian dari pemerintah apalagi harta benda  yang dimiliki tidak ada yang tersisa sama sekali.(krp/san)